Sakit kepala bukan hanya masalah keanggotaan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Faktanya, hampir 90% anak melaporkan mengalami sakit kepala lebih sering ketika sedang stres dan cemas. Jadi, bagaimana Anda mengobati sakit kepala anak dan mencegahnya kembali? Ayo, lihat cara efektif berikut ini.

Tips merawat anak  sakit kepala, sekaligus mencegah kekambuhan

Jenis sakit kepala yang paling sering dialami oleh anak-anak adalah ketegangan dan sakit kepala migrain. Sakit kepala umumnya dapat disebabkan oleh pilek, demam, sinusitis atau infeksi telinga tengah. Sementara migrain terjadi karena perubahan aktivitas kimia di otak.

Kunci untuk perawatan dan pencegahan sakit kepala pada anak-anak adalah berulang:

1. Pastikan anak-anak minum banyak air

Demam sering menyebabkan dehidrasi pada anak-anak. Kedua kondisi tersebut berkaitan erat dengan sakit kepala. Itu sebabnya ketika demam dan sakit kepala, anak harus minum lebih banyak air. Anda juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan mereka dengan menyediakan jus buah asli, susu, atau sup.

2. Pilih makanan bayi

Beberapa makanan dapat memicu sakit kepala, terutama yang mengandung MSG. Karena itu, makanan yang mengandung MSG harus dihindari oleh anak-anak.

Pilih buah dan sayuran dari berbagai warna yang diproses dengan cara yang lebih sehat, yang direbus atau dipanggang daripada digoreng.

Jangan lupa mengatur waktu anak Anda untuk makan lagi. Jangan sampai makan larut atau melewatkan waktu makan. Bicaralah dengan dokter atau ahli gizi jika Anda masih ragu untuk menentukan menu sehat untuk anak-anak. Pengaturan pola makan yang lebih baik dapat mengurangi risiko obesitas pada anak-anak. Anak-anak dengan obesitas diketahui lebih sering mengalami sakit kepala.

3. Obat yang tepat tersedia

Jika sakit kepala disebabkan oleh sinusitis atau kelainan lain yang mudah kambuh, pastikan anak minum obat tepat waktu dan sesuai saran dokter.

Catat perkembangan kesehatan anak, baik pada tingkat keparahan gejala, ketika gejala muncul, dan pada gejala yang dialami anak. Anda dapat memberi tahu dokter Anda di setiap pemeriksaan berkala.

Saat sakit kepala muncul, segera lempar anak itu dan dukung kepala dengan bantal yang lembut. Lindungi anak-anak dari suasana bising dan terlalu terang. Berikan obat-obatan untuk menghilangkan sakit kepala seperti parasetamol atau obat lain yang diresepkan oleh dokter Anda. Kemudian, kompres kepala bayi dengan handuk hangat dan, jika perlu, lanjutkan dengan mandi air hangat.

4. Pastikan anak cukup tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan anak-anak mengalami sakit kepala atau pusing pada hari berikutnya. Jadi, Anda harus merencanakan tidur dan bangun.

Karena itu, untuk mencegah terulangnya sakit kepala, perlu memperhatikan aktivitas anak. Aktivitas fisik di bawah sinar matahari untuk waktu yang lama dapat menyebabkan sakit kepala. Karena itu, selalu siapkan air minum dalam tas, payung atau topi untuk mengurangi paparan sinar matahari.

Jangan biarkan anak Anda belajar larut malam atau menonton televisi sampai larut malam. Jika anak Anda sering bangun di malam hari tanpa alasan yang jelas, segera konsultasikan dengan dokter. Mungkin anak tersebut memiliki gangguan tidur.

Kapan sebaiknya Anda membawa anak Anda ke dokter ketika Anda sakit kepala?
Meskipun umumnya dapat dirawat di rumah, beberapa kondisi yang menyebabkan sakit kepala harus menerima perawatan medis. Selain sakit kepala saat masih anak-anak, ada gejala lain yang menjadi lampu merah untuk membawa anak ke dokter, seperti:

Tampilan memburuk
Terus muntah
Otot dan persendian menjadi lemah
Sakit kepala parah terjadi di belakang kepala
Gejala lain yang mengganggu tidur bayi di malam hari

Baca juga :

Tags:
About Author: jakart22