Perut yang merasa penuh dan kaku harus membuat aktivitas tidak nyaman. Beberapa orang juga mungkin merasa sakit. Cari tahu alasannya, bagaimana mengobatinya, dan bagaimana mencegah perut kenyang di artikel ini.

Apa artinya bagi perut Anda?
Perut perut sebagai sensasi yang sering dialami oleh banyak orang. Grand istilah bagi masyarakat untuk merefleksikan situasi dalam perut sudah penuh, padat, kompak, dan kera. Beberapa orang mungkin menggambarkan sensasi yang mempengaruhi sakit.

Sensasi pengemis tidak sama dengan tiup karena ia melindungi air, misalnya setelah minum terlalu banyak. Rumput laut umumnya ditemukan karena kurangnya gas atau makanan yang terperangkap di perut.

Pada dasarnya perut kami memiliki gas, dan itu tidak menimbulkan masalah. Tetapi jika jumlah gasnya besar, perut akan merasa tidak puas dan mungkin terlihat lebih besar. Ini biasanya disebabkan oleh gangguan tertentu pada sistem pencernaan.

Apa yang menyebabkan perut Anda sakit?

Darah yang buruk biasanya disebabkan oleh makan berlebihan, intoleransi terhadap makanan tertentu, atau gangguan pada pergerakan otot sistem pencernaan. Kadang-kadang, sensasi ini bisa menjadi tanda kondisi medis yang serius.

Secara umum, perut yang sempit, kasar, dan padat dapat disebabkan oleh:

1. Hujan
Perut bisa terasa kencang karena udara yang membakar. Misalnya, saat makan cepat, makan sambil ngobrol, atau mengunyah permen karet.

Pada dasarnya perut memiliki gas ususnya sendiri. Ini adalah proses normal ketika tidak ada jumlah gas. Namun selain gas yang terperangkap di dalam, perut akan terasa mati rasa dan menyita waktu.

Selain itu, Anda atau orang tua Anda mungkin lebih cenderung untuk makan udara jika Anda menggunakan gigi tiruan.

2. Karena Anda makan makanan tertentu
Perut juga bisa terasa penuh dan kencang setelah Anda makan makanan tertentu yang sulit dicerna.

Beberapa contohnya adalah kembang kol, brokoli, dan kacang-kacangan yang mengandung karbohidrat kompleks, yang dapat diproses lebih lanjut oleh usus. Selama makanan tetap berada di perut, bakteri di usus akan menghasilkan gas hidrogen dan karbon dioksida yang membengkak.

Selain itu, mengonsumsi makanan berlemak dalam porsi besar bisa membuat Anda sehat. Karena, perut membutuhkan lebih banyak waktu untuk menghilangkan lemak daripada jenis makanan lainnya.

Mempertimbangkan susu, keju atau es krim yang terbuat dari susu hewani juga menyebabkan kembung. Ini disebut intoleransi laktosa, ketika tubuh kekurangan enzim (laktase) yang diperlukan untuk mencerna susu (laktosa). Salah satu gejala intoleransi laktosa yang paling umum adalah kembung dan merasa kembung.

Minum minuman karbonat seperti soda atau bir dapat membuat perut Anda lelah dan efisien.

3. Pertumbuhan bakteri
Penyebab lain adalah karena pertumbuhan besar bakteri di usus kecil. Namun, kondisi ini tidak umum seperti infeksi.

Bakteri yang berlebihan akan meningkatkan produksi gas dalam usus, menyebabkan perut membengkak.

4. Menstruasi
Wanita umumnya memiliki perut dan sembelit yang kuat pada hari-hari sebelum menstruasi dan selama menstruasi.

Gejala PMS terjadi karena perubahan kadar hormon progesteron dan estrogen seks. Sekitar seminggu sebelum menstruasi, kadar hormon progesteron turun untuk memicu rahim mengeluarkan telur sehingga perdarahan dapat terjadi.

Studi menunjukkan bahwa perubahan kadar progesteron dan estrogen menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air dan garam. Sel-sel tubuh menjadi bengkak dengan air, menyebabkan kembung dan kembung.

5. Alasan lain
Dalam kebanyakan kasus, sakit perut mungkin disebabkan oleh beberapa kondisi penyakit yang mendasarinya. Antara lain:

Irritable bowel syndrome: kombinasi dari gejala gangguan pencernaan (kembung, kram, sakit perut, diare, atau sembelit) yang berlangsung lama.
Penyakit radang usus atau sindrom iritasi usus: radang saluran pencernaan. Contohnya termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.
Penyakit celiac: penyakit autoimun yang menyerang usus kecil. Gejala celiac yang paling umum adalah sembelit, ditandai dengan perasaan perut padat, kaku, dan puas.
Sembelit, alias BAB sulit. Kotoran yang tidak bisa keluar dari perut Anda akan terasa berat dan penuh.
Gastroparesis: Gangguan pencernaan ditandai oleh pergerakan makanan yang lambat ketika bergerak dari usus kecil ke usus besar. Alhasil, makanan ini menghasilkan gas yang memicu kembung.
Kanker pencernaan, seperti usus, lambung dan kanker pankreas. Kanker ovarium juga dapat menyebabkan gejala kembung.

Baca juga:

About Author: jakart22