Peninggalan sejarah Islam di Indonesia ini sangat banyak sehingga kita tahu dan ditemukan di berbagai tempat, memiliki karakteristik sendiri dan menunjukkan bahwa Islam sangat menang, sehingga banyak peninggalan ini menjadi warisan kita. Sumber : waheedbaly.com

Dalam perkembangannya, Islam telah berkembang sangat pesat, seperti yang ditunjukkan oleh berdirinya banyak kerajaan Islam di kepulauan ini, dan telah meninggalkan beragam nuansa tradisi Islam, baik dalam bentuk masjid, kaligrafi maupun seni lainnya.
Berkontribusi pada penyebaran ajaran-ajaran Islam, yang harus kita perlakukan dan pertahankan dengan cara terbaik.

Warisan Sejarah Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

Dari banyak peninggalan sejarah Islam di Indonesia, salah satu orang yang kita kenal dan kenal adalah:

Masjid Demak

Masjid Demak adalah salah satu masjid tertua yang ditinggalkan oleh kerajaan Islam, terletak di desa Kauman, kota Demak, Jawa Tengah, yang didirikan oleh Raden Patah dengan Sunan atau Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam, sekitar abad ke-15. IKLAN

Masjid Agung Banten

Masjid besar Banten dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin, pada tahun 1560, yang dirancang oleh Belanda dan Cina bernama Lucasz Cardel dan Tjek Ban Tjut, yang arsitekturnya menyerupai pagoda.

Masjid Suci

Masjid Suci atau menara suci, yang didirikan oleh Sunan Kudus, yang lebih menarik adalah batu pertama yang dibawa oleh Baitul Maqdis, di Palestina, dibangun tanpa menggunakan semen.

Masjid Kaede Gede

Terletak di sisi barat kompleks alun-alun utara Istana Jogja, didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono pertama bersama dengan kyai faqih ibrahim dan kyai wiryokusumo sebagai arsitek,

Masjid Ampel

Masjid Ampel Ampel, Surabaya, Jawa Timur, memiliki luas permukaan 120 × 180 meter, dibangun oleh Sunan Ampel pada tahun 1421, dengan arsitektur Cina dan Arab.

Masjid Agung Baiturrahman

Masjid Agung Baiturrahman adalah masjid aceh kesultanan, yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam, Hijriyah abad 1022/1612 M, bangunan itu menyerupai bentuk Taj Mahal, pada tahun yang diperkirakan 1290 Hijri / 10 April 1873 M, dibakar karena peristiwa agresi militer oleh Belanda, tetapi pada tahun 1877 Belanda pulih sampai hari ini.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Berikut ini adalah Istana Hadiningrat Ngayogyakarta, yang terletak di Yogyakarta, provinsi khusus Yogyakarta, pada tahun 1950 secara resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia dan masih berfungsi.

Istana Surosowan

Bangunan ini terletak di Banten antara 1522 dan 1526, tahun di mana Sultan Hasanudin, yang kemudian dikenal sebagai pendiri Kesultanan Banten, yang pada masa kejayaan istana ini juga disebut Kota Berlian.

Istana Maimun

Terletak di Sumatera utara, serta salah satu kota ikonik Medan, istana ini termasuk dalam Kesultanan Deli, yang didirikan oleh Sultan Delis bernama Sultan Mahmud al-Rashid, pada tahun 1888 dan selesai pada tahun 1891. Bangunan ini memiliki bangunan besar, jelas mencapai hingga 2772 m2 dan memiliki 30 kamar, terletak tepat di sebelah Masjid Agung Medan.

Pemakaman Imogiri

Pemakaman Imogiri atau juga disebut imogiri pasarean adalah kompleks penguburan yang terletak di Imogiri, Bantul, di mana ada makam raja dan keluarga kerajaan kesultanan mataram, yang didirikan pada 1632 oleh sultan mataram III prabu hanyokrokusumo, keturunan raja pertama mataram sultan panembahan senopati di atas seribu gunung pegunungan.

Ada juga peninggalan Islam dalam bentuk tulisan atau puisi karya sastra dan kaligrafi, yang dikenal dari berbagai jenis:

Kisah Amir Hamzah

Hikayat ini adalah puisi yang berasal dari bahasa Melayu, ia menceritakan keberanian perjuangan Amir Hamzah untuk berkhotbah tentang penyebaran ajaran Islam, puisi ini diterjemahkan secara luas ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Jawa, Bali, Sasak, Palembang dan bahasa Aceh, bahkan dari luar. Juga diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Hindi, dan Turki, kisah ini direkam oleh Abdul Samad Ahmad berjudul “Hikayat Amir Hamzah (serangkaian warisan sastra klasik)”

Hikayat Hang Tuah

Warisan berikutnya dari sejarah Islam adalah saga Hang Tuah, saga ini adalah karya sastra Melayu yang menceritakan kisah Hang Tuah yang sangat setia kepada sultannya, di era kesultanan Malaka. Hang Tuah sendiri adalah seorang laksamana terkenal dari kelas bawah, tetapi ia memiliki keberanian dan kemampuan untuk mengurus semua masalah negara.

Tags:
About Author: jakart22