TRIKORA

Isi Dari Trikora – Sejarah, Tujuan, Latar Belakang

TRIKORA

TRIKORA

Trikora merupakan singkatan dari Tri Komando Rakyat yang merupakan operasi yang terjadi di wilayah konflik yang telah berlangsung selama 2 tahun dan sengaja dilancarkan oleh Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat.

Pemerintahan Indonesia sendiri pada saat itu melakukan banyak sekali upaya unyuk mengenbalikan irian barat agar bisa kembali menjadi salah satu pulai di Indonesia. Pemerintah Indonesia pun mempersiapkan beberapa hal seperti persiapan militer, melakukan diplomasi, kebijakan ekonomi hingga konfrontasi total.

Pada saat itu pemerintahan Indonesia melakukan banyak upaya untuk pengembalian irian barat agar kembali menjadi pulau di Indoensia. Persiapan yang di lakukan pemerintah adalah persiapan militer, melakukan diplomasi, kebijakan ekonomi, dan konfrontasi total.

Sejarah Trikora

Operasi Trikora sendiri dilakukan pada saat Belanda mengatakan akan mulai menjajah kembali Indonesia dengan enggan menyerahkan Irian Barat pada pihak Indonesia karena Irian Barat sendiri merupakan surga alam yang tak hanya dikenal akan keindahan alamnya saja akan tetapi juga menyimpan cadangan batu bara yang melimpah.

Belanda mengirim batalyon angkatan daratnya untuk memperkuat sistem pertahanan mereka secara terus menerus ke Irian Barat sehingga membuat pasukan perang mereka menjadi sangat kuat dan membuat pemerintah sulit untuk merebut Irian Barat.

Akhirnya pada rapat Koferensi Meja Bundar atau yang biasa disingkat dengan KMB yang diadakan pada tahun 1949 Indonesia dan Belanda tidak mencapai sebuah kesepakatan kecuali sepakat dalam masalah membicarakan kembali di dalam satu tahun ke depan.

Pada tahun 1950 PBB sendiri mengeluarkan sebuah keputusan jika Papua Barat memiliki hak untuk memerdekakan sesuai dengan isi Piagam PBB yang terdapat pada pasal 73. Kemudian Belanda mengundang Indonesia ke Mahkamah Internasional untuk tersebut akan tetapi Indonesia menolak untuk hadir.

SUMBER : LAELITM.COM

Belanda kemudian melakukan percepatan untuk melaksanakan program pendidikan persiapan kemerdekaan Papua pada bagian barat dengan membuka akademi angkatan laut di tahun 1956 dan tentara Papua di tahun 1957. Di pihak Indonesia juga tak mau kalah dengan membentuk provinsi Irian Barat yang dilakukan pada 17 Agustus 1956 dengan mengangkat Zainal Abidin Syah yang menjabat sebagai gubernur pertama.

Dengan kondisi seperti itu membuat pihak Amerika khawatir jika nantinya pihak komunis mengambil keuntungan, sehingga pihak Amerika mengambil langkah untuk mendesak pihak Belanda dan Indonesia agar kembali berunding pada 15 Agustus 1962 di New York, Amerika Serikat. Australia pun juga mendukung Papua menjadi bagian dari Indonesia atas desakan dari Amerika Serikat.

Isi Trikora

Di tanggal 19 Desember 1961, akhirnya Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora yang dilakukan di alun – alun Utara Yogyakarta yang disusul dengan pembentukan komando mandala dan menunjuk Mayor Jenderal Soeharto sebagai panglima perang untuk melawan Belanda dalam merebut Irian Barat. Tugas dari komandi mandala ini sendiri adalah untuk merencakan, mempersiapkan dan juga menyelenggarakan operasi militer dan juga untuk menggabungkan Papua Barat dengan Indonesia.

Berikut ini adalah isi dari Trikora:

Isi Trikora yang pertama adalah ‘Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda’.

Isi yang kedua adalah ‘Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat, tanah air Indonesia’.

Dan isi yang ketiga adalah ‘Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.’

Tujuan Trikora

Tujuan dari Trikora sendiri adalah untuk merebut kembali Irian Barat dari kekuasaan Belanda dan mengibarkan bendera merah putih di wilayah Irian Barat dan siap untuk mempertahankan kemerdekaan serta kesatuan tanah air Indonesia dan bangsa.

Latar Belakang Trikora

Pada 17 Agustus 1945 ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Indonesia juga mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda dan wilayah barat Pulau Papua menjadi bagiannya.

Akan tetapi pihak belanda menganggap jika wilayah tersebut masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda dengan mempersiapkan Papua sebagai Negara meredeka pada tahun 1970an.

Akan tetapi meski begitu, pihak Belanda menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda, Pemerintah Belanda sendiri kemudian memulai persiapan untuk menj adikan Papua negara merdeka selambat-lambatnya pada tahun 1970-an.

Akan tetapi Indonesia tentunya tak tinggal diam dan melakukan segala macam uapaya untuk mempertahankan Irian Barat sebagai salah satu bagian dari Indonesia.

Semoga dengan penjelasan ini bisa menambah ilmu pengetahuan sobat semua. Sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya.

Artikel Lainnya :

Tags:
About Author: jakart22