Kesulitan tidur membuat tubuh merasa lelah keesokan harinya. Anda menjadi mengantuk dan tidak dapat berkonsentrasi dengan baik ketika Anda sedang bepergian. Meskipun umum, gejala insomnia cenderung lebih umum pada orang dengan gangguan mental. Apa saja penyakit mental yang menyebabkan Anda sulit tidur? Ayo, simak ulasan berikut ini.

Apa itu insomnia?

Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan memulai tidur, sering terbangun di malam hari dan sulit tidur lagi, dan bangun lebih awal dari biasanya dan sulit tidur lagi setelah bangun tidur.

Insomnia bukan hanya penyakit, tetapi juga merupakan gejala penyakit. Bagaimana bisa? Jika gangguan tidur ini terjadi tanpa masalah kesehatan lainnya, insomnia didefinisikan sebagai penyakit primer atau insomnia. Biasanya ini terjadi karena penggunaan alkohol atau efek samping dari beberapa obat.

Sementara itu, jika insomnia terjadi karena kondisi medis tertentu, insomnia disebut insomnia sekunder. Umumnya gejala insomnia ini terjadi pada orang dengan asma, radang sendi atau masalah mental.
Masalah mental yang menyebabkan gejala insomnia

Ada beberapa masalah mental yang menyebabkan gejala insomnia, termasuk:
1. Depresi

terapi cahaya bagaimana menghadapi depresi menghilangkan depresi

Sekitar tiga perempat pasien depresi mengalami gejala insomnia. Gejala-gejala ini memiliki dampak kuat pada kualitas hidup dan dapat mendorong pasien untuk melakukan upaya bunuh diri.

Depresi adalah gangguan mood yang menyebabkan seseorang merasa sedih, putus asa, tidak berdaya dan tidak berharga. Semua emosi negatif ini membuat Anda berpikir sehingga sulit bagi Anda untuk tidur.
2. Gangguan kecemasan

merasa kesepian

Hampir 90% orang dewasa dengan gangguan kecemasan melaporkan gejala insomnia sedang hingga berat. Orang dengan gangguan kecemasan cenderung lebih cemas, berekspresi berlebihan dan mengalami kesulitan mengelolanya.

Sekalipun tubuh kelelahan, ketakutan, kesiapan, dan kekhawatiran yang terus muncul membuat seseorang sulit untuk mencoba tidur nyenyak.
3. Serangan panik

perbedaan skizofrenia dan gangguan bipolar

Serangan panik membuat jantung berdetak lebih cepat, gemetar, pusing, keringat berlebih, dan sesak napas. Sebagian besar pasien dengan gangguan ini biasanya mengalami serangan panik nokturnal, yang merupakan serangan panik yang terjadi selama tidur.

Serangan panik malam dapat mengembangkan gejala insomnia karena pasien merasa takut dan mencoba untuk menghindari tidur.
4. gangguan bipolar

gangguan bipolar

Gangguan bipolar menyebabkan seseorang mengalami perubahan ekstrem dalam suasana hati, dari depresi (depresi) menjadi mania (aktif tidak terkontrol). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa selama episode depresi dan mania, hampir semua pasien mengalami gejala insomnia.

Sama seperti depresi pada umumnya, bahkan pasien bipolar yang mengalami episode ini tidak dapat tidur nyenyak. Selama episode mania, mereka cenderung membuat mereka melupakan kelelahan, sehingga mereka tidak bisa mulai tidur.
Jika gejala insomnia terus terjadi, apa dampaknya?

Tidur adalah waktu untuk seluruh tubuh. Jika tidur tidak cukup, Anda menjadi mengantuk, lelah, dan mudah tersinggung. Terutama bagi orang dengan masalah kesehatan mental. Gangguan insomnia yang tidak membaik akan mengurangi kualitas hidup pasien.

Penderita depresi, misalnya. Mereka yang cenderung tidak makan dengan baik tentu akan menurunkan sistem kekebalan tubuh mereka. Berbagai infeksi dari virus, jamur atau bakteri menjadi lebih sensitif. Gejala depresi lainnya semakin memburuk.
Cara meningkatkan kualitas tidur jika Anda memiliki masalah mental

Kunci untuk mengatasi gejala-gejala insomnia yang berhubungan dengan masalah mental adalah untuk mengobati masalah mental yang mereka miliki. Kalau tidak, kualitas tidur mungkin tidak membaik secara optimal atau akan mudah diulang.

Nah, untuk mengatasi masalah mental biasanya, Anda akan mengambil terapi obat, terapi perilaku kognitif (CBT), terapi inhalasi dengan visualisasi dan terapi lain yang direkomendasikan oleh dokter.

Juga, ada beberapa cara tambahan yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan kualitas tidur, yaitu membuat program untuk tidur dan bangun. Jika Anda biasanya tidur jam 1 siang, cobalah tidur lebih awal, yang setara dengan mengurangi jam sebelumnya. Oleskan secara bertahap dalam beberapa minggu agar Anda terbiasa.

Baca juga:

Tags:
About Author: jakart22